Banker on Writing

Ketika menulis adalah kebutuhan : katarsis, belajar dan berbagi

TOPICS OF THE WEEK


Sungguh, saya kesulitan memutuskan "topik terbaik minggu ini". Topik terbaik, yang bukan saja berarti terpopuler, tapi juga kategori topik tentang "sesuatu yang baik."

Lihat saja. Ryan, sang jagal, the killer. Korupsi berjamaah yang diungkap Hamka Yandhu. Kontroversi status Paskah Suzetta dan MS Kaban sebagai menteri yang masih aktif. Pro kontra tentang calon incumbent dalam pilkada. Gosip Tamara Blezinsky dengan Tommy Soeharto. Kacaunya rencana akuisisi BII oleh Maybank. BI Rate yang naik sangat drastis (ingat, sesuatu yang drastis seringkali dikarenakan sesuatu yang tidak baik, dan memiliki dampak yang tidak baik pula). Bocornya rekaman pilot dan co-pilot yang diduga berasal dari black box Adam Air.

Atau, seandainya saja Anda meng-klik www.suaramerdeka.com sekitar jam 06.30 wib pagi tadi. Isi kelima berita aktualnya adalah (1) ICW Laporkan Pungli di PSB (Penerimaan Siswa Baru), (2) Kuasa Hukum David Nusa Mangkir Penuhi Pemeriksaan, (3) Caleg Kota Tegal Kebingungan Mengurus SKCK, (4) 47 PNS eks Dinas Pendidikan Jateng Nonjob, (5) Harga Lombok di Purworejo Capai Rp 45 ribu/kg.

Adakah yang berupa berita "baik"?

Atau, tengok 3 dari 4 judul utama halaman muka Kompas hari ini : (1) Konsumtifisme Memancing Kriminalitas; Tren Pembunuhan Meningkat, (2) Royalti; Sebanyak 14 Direktur Perusahaan Dicekal, (3) Korban Tabrak Lari; Empat Bulan Faisal Menunggu Kesembuhan.

Semua berita "menyedihkan". Kapan kita akan secara ringan "berpikir positif" jika setiap detik kita dicekoki berita-berita "negatif"?

Kalaupun ada berita baik seminggu ke belakang, setidaknya bagi saya ada dua : Aris yang jadi jawara Indonesian Idol, dan Ahmad Syafii Ma'arif yang terpilih sebagai penerima Ramon Magsaysay Award 2008.

Saya enggak tahu. Saya yang "buta" berita baik, atau memang benar bahwa berita buruk yang mendominasi?

Atau, kita saja, yang memang lebih senang menyajikan berita buruk daripada berita baik?

Ada beberapa catatan memang : berita "buruk" kadangkala terasa lebih asyik dijual sebagai konsumsi media, daripada berita "baik". Makanya yang tumbuh subur adalah koran-koran "lampu merah" dan majalah-majalah atau tabloid-tabloid gosip.

Kemudian, berita penyebaran berita "buruk" relatif lebih cepat dibanding penyebaran berita "baik". Itu juga yang mungkin menyebabkan tumbuhnya forum diskusi atau mastermind lebih lambat dibanding kumpulan-kumpulan obrolan rumpi bin gosip.

Ah, kalau sebab itu yang menjadi causa, mungkin tak mengapa. Tapi ada yang saya takutkan : jangan-jangan, berita atau peristiwa buruk memang lebih banyak terjadi di sekitar kita....

Kalau itu yang terjadi..., ah!


Salam perenungan,

Fajar S Pramono

Ilustrasi : www.losangeles.redfin.com

0 komentar: